Budidaya Tomat Skala Komersial dengan Analisis Bisnis Lengkap !!

Budidaya Tomat Skala Komersial dengan Analisis Bisnis Lengkap !!

Terkadang tomat hanya sebagai sayuran tambahan atau sekedar hiasan pada makanan yang disajikan di warung makan atau restoran. Namun tomat ini merupakan sayuran yang banyak dicari pembeli. “Rasanya bumbu dapur tidak lengkap tanpa buah ini.” Bisa dihitung apakah kebutuhan setiap rumah tangga hanya satu buah tomat per hari, berapa buah tomat yang dibutuhkan dalam satu hari? Tentu saja jumlahnya terlalu banyak, bukan.

Dari analisis sederhana di atas, terlihat bahwa tomat merupakan salah satu jenis sayuran dengan potensi komersial yang setara dengan tanaman cabai. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa menanam tomat merupakan usaha pertanian yang memiliki nilai komersial yang dibutuhkan pasar.

Menanam tomat dalam skala komersial

Dalam mengelola usaha pembudidayaan tomat tidak berbeda dengan komoditas nabati lainnya. Untuk mengubahnya menjadi usaha agribisnis bernilai tinggi, dibutuhkan penanganan yang lebih serius. Karena menanam tomat pada umumnya hanya dilakukan di pekarangan, dalam skala kecil dan dengan pengolahan sederhana.

Sebelum memulai bisnis budidaya tomat, Anda membutuhkan pengetahuan dasar tentang tanaman tomat itu sendiri. Budidaya tomat relatif lebih mudah dibandingkan dengan cabai dan harga tomat di pasaran lebih stabil dibandingkan dengan sayuran lainnya.

3 tahap menanam tomat

Berikut tiga langkah penting dalam pelaksanaan budidaya tomat skala komersial dengan plot sampel 2.000 meter persegi.

1. Tahapan memulai budidaya tomat

Langkah pertama yang perlu anda lakukan adalah menyiapkan persemaian, dalam pengolahan persemaian anda perlu menambahkan kompos untuk menambah unsur hara pada tanah. Area tanam adalah 500 m2.
Langkah kedua, benih ditanam di persemaian hasil budidaya, sekitar 300-400 gram benih tomat yang dibudidayakan. Biji tomat akan berkecambah 5-7 hari setelah disemai.
Langkah ketiga, pindahkan tanaman ke kantong plastik dua minggu setelah tanam.
Langkah keempat yaitu menyiapkan luas tanam, mengolah luas tanam dengan cara mencangkul sampai 40 cm, tugasnya mengatur sirkulasi udara pada tanah pada lahan budidaya tomat, kemudian membuat bendungan dengan lebar kurang lebih 1,40 – 1,60 m. Setelah itu bendengan ditutup dengan mulsa.
Langkah kelima, buat lubang tanam. Jarak tanam yang ideal untuk menanam tomat adalah 50-60 cm, dan jarak tanam antar baris 70-80 cm, sehingga terbentuk dalam satu tandan dua baris.
Langkah keenam, masukkan kompos yang sudah matang ke dalam lubang dengan komposisi – 1 kg per lubang.
Tahap keenam, pengenalan benih siap tanam, sebaiknya pilih benih yang berkualitas tinggi, artinya sebelum menanam tomat ke tanah harus dipilih bibit, mana yang tumbuh sempurna dan mana yang tidak.

Setelah anda mengetahui langkah-langkah menanam tomat. Selain itu, Anda juga memahami kendala yang akan Anda hadapi selama proses penanaman tomat. Intinya adalah Anda dapat mengantisipasi kesulitan yang akan Anda hadapi dan mengetahui cara mengatasinya.

2. Hambatan dalam menanam tomat

Tomat tidak tahan terhadap hujan lebat.
Tomat juga membutuhkan lebih banyak sinar matahari, jadi sesuaikan luas tanam sesuai arah matahari terbit.
Seringkali dari penyakit yang menyerang daun dan buah-buahan, bisa disemprot dengan insektisida alami / organik.

Dalam pepatah klasik, lebih baik mencegah daripada mengobati, oleh karena itu diperlukan perawatan yang intensif dalam menanam tomat, karena mencegah serangan penyakit pada tanaman, dan mencegah munculnya tanaman yang tidak diinginkan di sekitar tanaman yang Anda tanam, demikian juga akan kami hadirkan. strategi yang benar. Dalam menanam tomat tersebut.

3. Strategi

Anda bisa menggunakan benih bermutu tinggi atau bermutu premium.
Mulailah menanam pada musim kemarau atau kemarau.
Segera ganti tanaman yang tidak tumbuh dengan yang baru.
Pemberian pupuk natrium, urea dan kalium fosfat, agar nutrisi tanaman tercapai dengan benar, dengan rumus 3: 2: 1 sebanyak 12 gram per tanaman, dan pupuk diberikan pada saat tanaman berumur 1,5 bulan.
Buat kompos lagi setelah 3 minggu.
Anda bisa meraup hasilnya pada umur dua bulan, hasil maksimal yang bisa anda dapatkan adalah 10-25 ton per hektar.
Perawatan dan perawatan yang baik, penyemprotan insektisida, sebaiknya gunakan pestisida alami dalam menanam tomat, karena tomat membutuhkan nutrisi yang sempurna.
Strategi yang harus Anda lakukan sebelum mulai menanam tomat adalah dengan mengunjungi situs Tomato Growing Center terlebih dahulu, untuk memberikan gambaran spesifik dalam menjalankan bisnis budidaya tomat Anda.

Ketika Anda memiliki lebih banyak strategi maka potensi hasil tanaman Anda akan lebih menjanjikan, oleh karena itu sebaiknya Anda mempelajari lebih dalam tentang perendaman di lapangan. Padahal, menanam tomat tidak membutuhkan biaya yang selangit, namun Anda akan mendapatkan keuntungan yang menjanjikan dari menanam tomat. , pada kesempatan ini. Kami juga menyediakan analisis bisnis untuk pendapat Anda di masa depan.

Analisis bisnis menanam tomat

Biaya tetap
Menyewa tanah seluas 2000m2 seharga rupee. 500.000
Mulsa Rp. 2.000.000
Total Rs. 2.500.000

Harga variabel
4000 Stem Seeds seharga Rs. 550.000
Pupuk Rs. 3.300.000
Pekerjaan Rp. 2.475.000
Pestisida / Obat Rp. 750.000
Penyusutan dan biaya lainnya Rs. 1.500.000
Total Rs. 8575000

Total biaya tetap + biaya variabel = Rp. 11.075.000

Penjualan 5.000 kg (panen) x 2.500 kg (harga) = Rs. 12.500.000

Keuntungan:

Hasil penjualan – modal = Rs. 12.500.000 – Rs. 8575000 = Rs. 3.925.000

Manfaat yang menjanjikan dari usaha budidaya tomat, dalam waktu singkat yaitu hanya dua bulan sudah bisa meraup hasil dan mendapatkan keuntungan tersebut. Yang terpenting adalah usaha yang kuat dan doa adalah kunci utama, disamping pengetahuan dasar yang Anda miliki. Ini adalah tips yang kami tawarkan, dan kami berharap Anda menambahkannya ke wawasan Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *