Harga Cabe Kian Mahal? Inilah 10 Langkah Mudah Budidaya Cabe Rawit Sendiri

Cara Mudah Menanam Cabai Di Rumah

Menanam cabai rawit di rumah tidaklah sesulit yang dibayangkan. Selama Anda mengikuti langkah-langkahnya dengan baik dan merawatnya secara teratur, cabai rawit dapat tumbuh subur dan memaksimalkan hasil buah sesuai harapan.

Lalu apa langkah yang harus dilakukan? Inilah penjelasannya.

  1. Mengolah Lahan Menjadi Media Tanam

Sebelum menanam cabai rawit, lahan harus disemai terlebih dahulu. Namun dalam mengolah lahan membutuhkan teknologi yang tepat agar cabai yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Beberapa tahapan budidaya lahan yang tepat meliputi:

  1. Garap / sekop tanah sampai struktur tanah lebih elastis. Fungsi membajak / mencangkul adalah mengatur sirkulasi oksigen di dalam tanah dan membuang racun yang mengendap di dalam tanah.Selain itu, dengan melonggarkan tanah, akar gulma yang dapat mengganggu tanaman cabai dapat dicabut.
  2. Periksa pH tanah sebelum menanam. PH tanah optimum untuk pertumbuhan cabai lebih tinggi dari 5. Jika nilai pH tanah kurang dari 5, hal ini menandakan bahwa tanah dalam keadaan asam.Anda dapat menambahkan kapur dolomit ke lahan budidaya Anda. Biarkan selama seminggu hingga kapur bercampur dengan tanah dan pH tanah netral.
  3. Tambahkan kompos ke tanah budidaya dan kapur. Fungsi penambahan pupuk kandang adalah untuk menambah kandungan hara dalam tanah agar tanaman cabai panas tumbuh dengan baik.
  4. Biarkan selama seminggu agar pupuk meresap ke dalam tanah. Kemudian Anda bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam cabai rawit.
    Baca juga: Ayo, pelajari asal usul Peter Chili dan cara menumbuhkannya

 

  1. Membuat Bedengan

Pengaturan Bedengan adalah pengolahan tanah tahap lanjut. Fungsi pembuatan bedengan adalah agar cabai rawit yang ditanam di tanah dapat tumbuh dengan baik.

Ukuran bedengan cabai yang optimal adalah dengan lebar 1 meter dan tinggi 30 cm. Sedangkan jarak antar bedengan sekitar 50-80 cm.

Anda juga perlu membuat lubang buatan di tepi bedengan untuk mengalirkan air agar cabai tidak membusuk karena terendam di dalam air. Setelah bedengan jadi, tutupi bagian atas bedengan dengan bungkus plastik dan buat lubang pada penutupnya menggunakan nampan.

Jarak antar lubang tanam sendiri sekitar 50-60 cm. Bedengan ditutup dengan mulsa selama satu minggu sebelum benih dipindahkan ke lapangan.

  1. Pilih Bibit Cabai Yang Berkualitas Tinggi

Meski lahan sudah siap, akan percuma jika bibit digunakan dengan buruk. Oleh karena itu, sebelum Anda mulai menanam cabai rawit, pastikan bibit yang Anda gunakan berkualitas baik.

Benih cabai berkualitas tinggi dapat ditemukan di toko pertanian atau diambil langsung dari cabai.

Namun, jika Anda ingin mendapatkan bibit cabai berkualitas langsung dari cabai, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:

  • Benih sebaiknya diambil dari tanaman yang berbuah penuh, berumur 7 sampai 8 bulan, bebas hama dan penyakit, dan berasal dari buah berukuran besar.
  • Benih sebaiknya berasal dari cabai yang bersih, berkilau, berbintik-bintik, berasal dari tanaman yang subur, dan memetik dari bagian bawah cabang tanaman. 
  1. Proses Penyemaian Benih Cabai

Begitu mendapatkan bibit yang berkualitas, Anda tidak bisa begitu saja menanamnya.

Tabur dulu agar daunnya muncul. Cara menanam cabai rawit sangatlah mudah. Beberapa langkah yang harus diambil meliputi:

  • Siapkan polybag ukuran 5 x 10 cm.
  • Siapkan media semai yang terdiri dari campuran kompos, kulit arang, dan tanah dengan perbandingan 1: 1: 1.
  • Masukkan media ke dalam polybag sekitar 3/4.
  • Rendam biji cabai dalam air hangat selama 6 jam. Perendaman ini memecah dormansi benih dan merangsang benih untuk berkecambah dengan cepat.
    Setelah direndam, benih cabai disemai di bagian tengah semai hingga kedalaman 0,5 cm.
  • Tutupi lubang tanam dengan tanah kembali.
    Setelah disemai, benih disiram secara berkala pada pagi dan sore hari hingga muncul daun. Penyiraman juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak benih. 
  1. Menumbuhkan Benih Cabai Rawit Di Tanah

Setelah berumur 7 hari, biasanya benih akan tumbuh kembali dan melepaskan daun. Anda bisa memindahkan benih ke ladang saat cabai berumur 1-1,5 bulan, atau sudah memiliki 4-6 helai daun.

Pemindahan juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman. Anda bisa membuat lubang tanam di area yang sesuai dengan ukuran akar dan ukuran cabai agar akar tidak retak dan rusak saat pemindahan.

Tips agar cabai tidak layu saat digerakkan yaitu lakukan pemindahan pada pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik. Saat itu tumbuhan tidak melakukan proses fotosintesis sehingga aman saat diangkut.

  1. Pemberian Air

Setelah semua biji cabai dipindahkan langkah selanjutnya adalah melakukan perawatan.

Salah satunya adalah penyiraman. Tanaman cabai sebenarnya tidak perlu disiram secara teratur. Hanya pada musim kemarau, ia membutuhkan pasokan air yang cukup.

Untuk mencegah cabai rawit mengering, Anda bisa menuangkan atau merendam bedengan setiap dua minggu sekali untuk memberi suplai air pada cabai. Namun jika sulit, penyiraman rutin pagi dan sore hari dua kali sehari juga boleh selama kelembaban tanah terjaga.

  1. Penyiangan Gulma

Semakin dewasa tanaman, semakin banyak gulma yang tumbuh. Gulma sendiri sangat berbahaya bagi tanaman yang dibudidayakan karena dapat menyerap unsur hara dan unsur hara dalam tanah yang dibutuhkan tanaman cabai.

Oleh karena itu, penyiangan dapat dilakukan untuk menyiasatinya, penyiangan dapat dilakukan dengan alat atau dengan mencabutnya langsung ke akarnya. Namun jika menggunakan alat, Anda harus berhati-hati agar tidak merusak akar cabai yang dibudidayakan.

  1. Pemupukan

Pemupukan dilakukan untuk menambah unsur hara agar cabai bisa tumbuh dengan baik. Pemupukan dilakukan setelah tanaman cabai mencapai umur satu bulan dan gulma dicabut sebelumnya.

Untuk jenis pupuk ini bisa menggunakan pupuk organik cair atau kompos. Dosis optimal untuk kompos sekitar 500-700 gram untuk satu tanaman. Untuk pupuk organik cair, dosis optimum sekitar 100 ml per tanaman. Kami menyarakan untuk menggunakan Pupuk Organik cair PT SUMBER ALAM UNGGUL untuk hasil yang lebih maksimal.

  1. Perempelan dan Pemasangan Ajin

Perempelan adalah proses menghilangkan tunas yang tidak perlu. Biasanya semakin dewasa, tunas-tunas baru akan tumbuh di pangkal batang.

Untuk mencapai nutrisi buah yang optimal, Anda harus mencabut tunasnya.

Selain itu, sintesis ajin bertujuan untuk mencegah tanaman agar tidak roboh saat diterpa angin. Komposisi adonan ini juga bertujuan agar akar tanaman tidak rusak akibat gangguan alam.

  1. Panen

Cabai rawit sudah bisa dipanen saat berumur 6 bulan. Kemudian, saat sudah berumur 24 bulan, cabai rawit bisa dipanen sebanyak 15-18 kali. Panen paling baik dilakukan pada pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik.

Anda bisa langsung memanen cabai rawit dari batangnya saat panen. Cabai berkualitas memiliki ciri-ciri tubuh ramping, halus, tetapi memiliki isian yang padat, tidak berongga.

Nilai jual cabai jenis ini lebih tinggi dari pada cabai besar tetapi bagian dalamnya berlubang.

Menanam cabai rawit tidaklah sulit jika langkah-langkahnya dilakukan dengan benar. Menanam cabai sendiri pasti akan lebih menguntungkan karena Anda bisa memakan cabai tersebut kapan pun Anda mau tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli cabai yang harganya begitu mahal.

5 thoughts on “Harga Cabe Kian Mahal? Inilah 10 Langkah Mudah Budidaya Cabe Rawit Sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *